Friday, January 20, 2012

Pengertian Software engineer


Seorang software engineer adalah orang yang menerapkan prinsip-prinsip rekayasa perangkat lunak dalam mendesain, pengembangan, pengujian, dan evaluasi perangkat lunak dan sistem yang membuat komputer atau apapun yang berisi perangkat lunak. Sebelum pertengahan tahun 1990-an, sebagian besar praktisi perangkat lunak menyebut dirinya programmer atau software developer, tanpa memandang pekerjaan yang sebenarnya. Banyak orang lebih suka menyebut dirinya pemrogrammer dan software developer, karena dapat diterima secara luas, sementara istilah software engineer masih dalam perdebatan.
Istilah programmer sering digunakan sebagai istilah yg merujuk kepada mereka yang tidak memiliki tools, keterampilan, pendidikan, atau etika untuk membangun perangkat lunak yang berkualitas baik. Akibatnya, banyak praktisi menyebut diri sendiri sebagai software engineer untuk melepaskan diri dari stigma yang melekat pada kata programmer. Di banyak perusahaan, untuk berbagai kategori programmer, nama jabatan programmer atau software developer telah diubah menjadi software engineer. Istilah tersebut menimbulkan kebingungan, karena ada beberapa penolakan, dengan argumentasi bahwa semua orang pada dasarnya melakukan hal yang sama dengan perangkat lunak, sedangkan yang lain menggunakan istilah untuk membuat sebuah perbedaan, dengan argumentasi bahwa pekerjaan tersebut benar-benar berbeda.
Sebuah Seni Pada tahun 2004, Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat sebanyak 760.840 software engineer memegang pekerjaan di Amerika Serikat, pada waktu yang sama terdapat 1,4 juta praktisi yang bekerja diberbagai bidang. Tabel software engineer digunakan secara luas dalam dunia usaha. Sangat sedikit dari para software engineer terlatih yang mneyandang gelar Engineer dari perguruan tinggi terkemuka. Bahkan, menurut Asosiasi untuk Mesin Komputasi, “sebagian besar software engineer di Amerika bukanlah lulusan Software Engineering tetapi Computer Science“. Aturan Klasifikasi Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menggolongkan Insinyur perangkat lunak komputer sebagai subkategori dari “ahli komputer”, bersama dengan pekerjaan seperti ilmuwan komputer, pemrogram, dan administrator jaringan. Inggris telah melihat adanya penyesuaian antara Profesi Teknologi Informasi dan Profesi-profesi perkeyasaan. Sebagian wilayah Amerika Serikat mengatur penggunaan istilah-istilah seperti “Computer Engineer”, bahkan “Software Engineer”. Diantaranta adalah Texas dan Florida. Texas bahkan telah melakukannya lebih jauh, yaitu dengan melarang siapapun menulis program tanpa lisensi engineer. Pendidikan Sekitar sebagian dari semua praktisi saat ini memeiliki kualifikasi di bidang Ilmu Komputer. Sementara sebagian kecil, dan terus berkembang, diantara mereka meraih kualifikasi software engineering.
Pada tahun 1996, Rochester Institute of Technology mendirikan program Sarjana dengan gelar Software Enginering yang pertama di Amerika Serikat, namun tidak mendapatkan ABET, yaitu sebuah badan penjaminan kepemimpinan dan kualitas dibidang ilmu terapan, komputasi,engineering, dan teknologi pendidikan, sampai dengan tahun 2003, dimana pada tahun tersebut Clarkson University, Milwaukee School of Engineering dan Mississippi State University melakukan hal yang sama. Sejak itu, progam sarjana untuk software engineering dibentuk di berbagai universitas. Standar kurikulum internasional untuk software engineering pun ditetapkan oleh CCSE. Pada tahun 2004, di Amerika Serikat, sekitar 50 perguruan tinggi menawarkan progam software engineering, baik yang mengajarakan prinsip-prinsip dan praktis Computer Science dan Engineering. Program Master software engineering pertama didirikan di Seattle University di tahun 1979. Sejak itu progam software engineering semakin banyak tersedia diberbagai berbagai perguruan tinggi. Pada tahun 1998, the US Naval Postgraduate School (NPS) mendirikan program doktoral pertama di dunia untuk Software Engineering. Selain itu, program pendidikan lanjutan untuk Software Engineering secara online banyak bermunculan, seperti Master of Science in Engineering (MSE), yaitu gelar yang ditawarkan melalui Jurusan Ilmu Komputer dan Teknik di California State University, Fullerton. Steve McConnell berpendapat bahwa sebagian besar universitas mengajarkan Computer Science, bukan Software Engineering, sehingga terdapat kekurangan akan Software Engineer yang sebenarnya. Lembaga European Training Foundation (ETS) dan Universite du Quebec a Montreal (UQAM) diamanati oleh IEEE untuk mengembangkan Software Engineering Body of Knowledge (SWEBOK), yang telah menjadi salah satu ISO standar yang menggambarkan pengetahuan yang tercakup oleh software engineer. Program-program Lain Dalam bisnis, beberapa praktisi software engineering memiliki kemampuan MIS. Dalam embedded system, diantara mereka memiliki kemampuan Electrical dan Computer Engineering, dikarenakan perangkat lunak embedded system selalu memerlukan pemahaman akan hardware secara rinci. Dalam perangkat lunak medis, praktisi memiliki kemampuan dalam informatika medis, medical secara umum, atau biologi. Beberapa praktisi memiliki kemampuan didalam matematika, sains, rekayasa, atau teknologi. Ada juga yang memiliki kemampuan filsafat (terutama logika) atau kemampuan non-teknis.
Pekerjaan Kebanyakan software engineer bekerja sebagai karyawan atau kontraktor. Software engineer bekerja untuk perusahaan, instansi pemerintah (sipil atau militer), dan organisasi nirlaba. Beberapa software engineer bekerja untuk sendiri sebagai freelancer. Beberapa organisasi telah memiliki spesialis untuk melakukan tugas tertentu dalam proses pengembangan software, dan organisasi membutuhkan software engineer untuk melakukan sebagian atau seluruhnya. Dalam proyek-proyek besar, orang dapat mengkhususkan diri dalam satu bidang. Dalam proyek-proyek kecil, beberapa tugas dapat dilakukan seorang diri. Specializations meliputi: industri (analis, arsitek, pengembang, testers, dukungan teknis, manajer) dan akademisi (pendidik, peneliti). Terdapat perdebatan atas masa depan prospek untuk pekerjaan Software Engineers dan Professional IT. Sebagai contoh, pasar online masa depan yang disebut pekerjaan IT masa depan di Amerika mencoba menjawab untuk apakah padaa pada tahun 2012 akan ada lebih banyak proyek TI, termasuk software engineer, dibandingkan pada tahun 2002.
Sertifikasi Sertifikasi profesional software engineer adalah isu yg menimbulkan perdebatan. Sebagian menganggapnya sebagai alat untuk meningkatkan praktek profesional. Program sertifikasi didalam industri perangkat lunak yang paling sukses diorientasikan kepada teknologi tertentu, dan dikelola oleh penyedia teknologi tersebut. Program sertifikasi tersbut disesuaikan dengan lembaga yang akan mempekerjakan orang yang menggunakan teknologi ini. ACM memiliki program sertifikasi profesional pada awal tahun 1980-an, yang telah dihentikan karena kurangnya peminat. Pada 2006, IEEE telah mensertifikasi lebih dari 575 profesional perangkat lunak. Dampak globalisasi Banyak siswa di negara maju menghindari jurusan yang berkaitan dengan software engineering karena khawatir akan offshore outsurcing, yaitu impor produk perangkat lunak atau layanannya dari negara lain, dan teragntikan oleh para pendatang yang memiliki visa pekerja. Meskipun statistik pemerintah saat ini tidak menunjukkan ancaman terhadap software engineering itu sendiri; karir terkait, pemrograman komputer tidak terpengaruh. Seseorang diharapkan memulainya sebagai programmer sebelum sebelum dipromosikan sebagai software engineer. Dengan demikian, janjang karir untuk software engineering mungkin berat, terutama selama masa resesi. Beberapa penasehat menyarankan agar siswa juga fokus pada “people skill” dan kemampuan bisnis, tidak hanya keterampilan teknis, karena “soft skill” diperkirakan akan lebih sulit untuk para pendatang. Ini adalah aspek manajemen-rekayasa dari rekayasa perangkat lunak yang muncul untuk menjadi pelindung dari dampak globalisasi.
Hadiah/Penghargaan
Ada beberapa penghargaan di bidang rekayasa perangkat lunak: CODiE penghargaan yang merupakan penghargaan tahunan yang dikeluarkan oleh Asosiasi Industri Software dan Informasi untuk keunggulan dalam pengembangan perangkat lunak untuk industri. Jolt Award adalah penghargaan dalam industri perangkat lunak. Stevens Award adalah penghargaan untuk rekayasa perangkat untuk mengenang Wayne Stevens. Kontroversi istilah Engineer Beberapa orang percaya bahwa software engineering mengimplikasikan tingkat tertentu dari pendidikan akademis, disiplin profesional, dan ketaatan terhadap proses formal yang sering diabaikan dalam pengembangan perangkat lunak. Analogi yang umum digunakan adalah bahwa pekerjaan dibidang konstruksi tidak membuat sesorang menjadi seorang insinyur sipil, begitu juga dengan pekerjaan menulis kode program tidak akan menjadikan orang tersebut seorang software engineer.
Status Rekayasa Perangkat Lunak
Kata rekayasa dalam istilah software engineering menyebabkan kebingungan. Perdebatan atas status software engineering (antara insinyur tradisional dan ilmuwan komputer) dapat diinterpretasikan sebagai perebutan kekuasaan terhadap istilah engineering. Insinyur tradisional mempertanyakan apakah software engineers dapat menggunakan istilah tersebut secara sah. Insinyur tradisional (terutama insinyur sipil dan NSPE) menyatakan bahwa mereka memiliki hak istimewa terhadapistilah engineering, dan untuk pihak lain yang akan menggunakannya memerlukan persetujuan mereka. Pada pertengahan tahun 1990-an, yang NSPE melakukan gugatan untuk mencegah dari siapapun menggunakan istilah software engineering untuk nama pekerjaan. NSPE memenangkan perkara di 48 negara. Namun, praktisi SE, pendidik, dan peneliti mengabaikan kasus-kasus tersebut dan tetap menyebut diri mereka software engineer. Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat menggunakan istilah software engineer juga. Istilah engineering berusia jauh lebih tua dari setiap organisasi pengatur, sehingga banyak ahli yang mempercayai bahwa insinyur tradisional hanya memiliki sedikit hak terhadapnya. Mulai tahun 2007, sikap NSPE mulai melunak dan menyelidiki kemungkinan lisensi untuk software engineer dengan melakukan konsultasi dengan IEEE, NCEES dan kelompok lain “demi perlindungan kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan masyarakat”.

Trend Profesi Software Engineering
Selama bertahun-tahun, rekayasa perangkat lunak telah berusaha untuk menjadi sebuah profesi. Hal ini terhambat oleh persepsi umum bahwa itu hanya aplikasi dari ilmu komputer. Tujuan membuat Software Engineering sebagai sebuah profesi dipicu banyaknya perdebatan mengenai apakah tujuannya menjadi sebuah profesi. Saat ini, Software Engineering telah menjadi sebuah disiplin tersendiri didalam profesi engineering.
Sejarah
Di AS pada pertengahan tahun 1990-an, National Society of Professional Engineers digugat di semua negara bagian di AS untuk melarang siapapun menggunakan istilah software engineering sebagai kata benda atau bidang ketenagakerjaan. Mereka memenangkan di sebagian besar negara bagian.
Sebagai tanggapan, IEEE dan ACM membentuk JCESEP pada tahun 1993, yang berkembang menjadi SWECC pada tahun 1998 untuk merumuskan Software Engineering sebagai sebuah profesi. Kedua komite teknik menggunakan model rekayasa tradisional. ACM mengundurkan diri dari SWECC (pada bulan Mei 1999), karena berkeberatan untuk memberikan dukungan kepada upaya profesionalisasi Texas, untuk mendapatkan pengakuan negara sebagai Software Engineer. IEEE melanjutkan dukungannya untuk menjadikan Software Engineering sebagai cabang dari engineering tradisional.
Trend Profesi SE
Fenomena yang muncul saat ini, 10 orang terkaya di Amerika didominasi oleh mereka bermain di knowledge capital alias berbasis pengetahuan. Bahkan data menunjukkan bahwa mereka memang orang besar yang memulai bisnis dari kecil, pekerja keras, berkubang lumpur, dan di waktu mudanya mereka sangat memahami masalah teknis berhubungan dengan bisnisnya. Sangat berbeda dengan daftar 10 orang terkaya di Indonesia yang berlatar belakang bisnis yang tidak terlepas dari kekayaan sumber daya alam yang pada suatu saat akan habis.
Software engineer adalah profesi dan peluang baru yang baru berkembang di Indonesia. Bukan hal yang mustahil suatu saat daftar 10 orang terkaya di Indonesia adalah mereka yang bermain di knowledge capital. Trend ke arah itu sudah mulai terlihat dimana diperkirakan jumlah pengembang profesional di Indonesia adalah 56.500 orang (menyumbang 0.5% dunia – IDC Professional Developer Model 2004) dan akan meningkat sampai 71.600 orang di tahun 2008. Jumlah software house di Indonesia juga tercatat meningkat ke arah diatas 250 perusahaan, dan diperkirakan akan menjadi dua kali lipat pada 5 tahun mendatang.
Meningkatnya kesadaran masyarakat korporasi terhadap pentingnya otomasi dilingkungan bisnis dan pemenuhan kebutuhan akan informasi yang cepat dan akurat, secara linier telah meningkatkan permintaan akan peran Software engineer untuk menganalisa, mendesain, dan mengaplikasikan sebuah sistem baru berbasis komputer.
Selain itu, laporan APKOMINDO mengenai penjualan komputer pada tahun 2008 yang mencapai angka 2,2 juta unit, sedikit dibawah target yang 2,5 juta unit, menunjukan pasar yang luas untuk Software Engineering. Software Engineering tidak selalu harus tergantung pada pasar korporasi. Luasnya pasar pada pemakai individual merupakan lahan yang patut digarap dan cukup menjanjikan. Untuk menggarap ceruk pasar yang cukup luas tentunya dibutuhkan SDM yang tidak hanya mampu dari sisi teknis komputasi namun mampu juga dari sisi ekonominya, jiwa wirausaha.

Sebagai sebuah profesi baru, tentunya masih banyak hak yang harus dibenahi untuk membentuk SDM yang profesional sebagai seorang software engineer, diantaranya :
• Memperbaiki kurikulum pendidikan jurusan komputasi, khususnya bidang Software Engineering termasuk didalamnya teknik pengembangan, metodologi baku, sertifikasi, pengelolaan, dan kewirausahaan, termasuk etika.
• Keterlibatan pemerintah diperlukan dalam membuat pipa antara software developer dan pasar, juga masalah kebijakan proteksi untuk perusahaan software lokal.
• Mengarahkan SDM software engineer untuk memiliki keunggulan defacto (kreatifitas) dan keunggulan dejure (degree) sekaligus, dalam level sesuai dengan kemampuan yang bisa diraih.
• Membina para spesialis software engineer kita untuk menjadi seorang versatilist (seseorang yang sangat ahli dalam sebuah bidang; fokus, akan tetapi dengan mudah untuk belajar dan mengembangkan fokus ke hal lain pada saat yang sama jika diperluakan.), karena Gartner Group memperkirakan dalam laporan khususnya bahwa dalam tahun 2010, pasar IT dunia akan dikuasai oleh para versatilist, yang menggerus 40% lapangan kerja spesialis
• Yang terakhir, manfaatkan Internet sebagai alat softmarketing, personal branding dan knowledge sharing. Dengan populasi lebih dari 1 miliar pada tahun 2008 ini, mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan masuk, bersentuhan dengan Internet dan secara tidak sadar Internet membentuk kultur dan behavior baru dalam kehidupan sehari hari. Sekali lagi tidak ada satu media massa pun yang akan bisa menandingi penetrasi media bernama Internet ini.

1 comment: